Bunda PAUD Bangka Barat Audiensi ke Pusat, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu PAUD

Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Barat

foto oleh: Pemkab Babar

JAKARTA – Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Bunda PAUD Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, bersama jajaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) melakukan audiensi dengan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI di Jakarta, Selasa (7/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Bangka Barat memperkuat layanan PAUD sekaligus menyelaraskan program pendidikan di daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Sejumlah isu strategis, mulai dari kompetensi pendidik hingga penguatan pendidikan prasekolah, menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut.

Evi Astura Markus menyampaikan, koordinasi dengan Direktorat PAUD penting untuk memastikan program yang dijalankan di Kabupaten Bangka Barat tetap sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional.

“Audiensi ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional, terutama dalam mendukung program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan,” ujar Evi.

Dalam pertemuan tersebut, Bunda PAUD Bangka Barat didampingi jajaran Disdikpora. Rombongan kemudian diterima oleh jajaran Direktorat PAUD Kemdikdasmen RI untuk membahas sejumlah agenda terkait peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.

Salah satu perhatian utama adalah penguatan peran Pokja Bunda PAUD hingga tingkat kecamatan dan desa. Keberadaan Pokja dinilai penting untuk memperluas koordinasi dan memastikan program PAUD dapat berjalan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Selain itu, peningkatan kompetensi guru PAUD turut menjadi fokus pembahasan. Kualitas pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak.

Pembahasan juga mencakup sosialisasi pentingnya satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

Langkah tersebut berkaitan dengan upaya mendorong pelaksanaan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sekaligus Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Evi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidik PAUD Non Formal. Upaya peningkatan kesetaraan pendidik menjadi salah satu agenda yang dibawa dalam koordinasi bersama Direktorat PAUD Kemdikdasmen RI.

“Beberapa poin yang menjadi fokus koordinasi antara lain penguatan peran Pokja Bunda PAUD hingga tingkat kecamatan dan desa, peningkatan kompetensi guru PAUD, sosialisasi pentingnya satu tahun prasekolah sebelum masuk SD, serta upaya peningkatan kesetaraan pendidik PAUD Non Formal,” kata Evi.

Komitmen Kabupaten Bangka Barat dalam meningkatkan mutu PAUD mendapat sambutan positif dari Direktorat PAUD Kemdikdasmen RI. Apresiasi tersebut juga tidak terlepas dari capaian Bunda PAUD Bangka Barat yang sebelumnya meraih penghargaan tertinggi Wiyata Darma Utama sebagai Bunda PAUD Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2025.

Direktorat PAUD Kemdikdasmen RI mendorong agar praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Bangka Barat terus dipertahankan dan dikembangkan. Bahkan, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.

Bagi Bangka Barat, penguatan PAUD bukan hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga memastikan anak memperoleh fondasi yang baik sebelum memasuki pendidikan dasar. Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat akan terus diperlukan untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di daerah.

(Penulis: Rizki R)

#Layanan
SHARE :
LINK TERKAIT