Markus Ingatkan Potensi Wisata di HUT ke-23 Desa Pangek

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Desa Pangek

foto oleh: Dian

BANGKA BARAT – Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, terus berupaya mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan pertanian. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Desa Pangek pada 2026 menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk memperkenalkan sejumlah destinasi yang dinilai memiliki peluang besar menarik wisatawan.

Pengembangan sektor pariwisata tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Potensi agrowisata, wisata alam, hingga produk usaha masyarakat menjadi bagian yang ingin dikembangkan secara berkelanjutan.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di Desa Pangek antara lain Agrowisata Kelekak Durian, Goa Batu di kawasan Bukit Batu, serta Batu Kelambu di Bukit Penaber.

Keberadaan destinasi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik wisata baru di Bangka Barat apabila didukung aksesibilitas dan sarana pendukung yang memadai.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan melihat potensi yang benar-benar dimiliki masyarakat setempat. Menurutnya, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Desa harus mampu melihat apa yang menjadi potensi mereka. Kalau dikelola dengan baik, potensi itu bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Markus, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai pengembangan agrowisata juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat lokal perlu diberikan ruang untuk terlibat, mulai dari pengelolaan destinasi, penyediaan kuliner, produk UMKM, hingga jasa pendukung pariwisata.

Markus juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang destinasi wisata.

“Jangan sampai potensi yang kita punya hanya menjadi potensi. Harus ada langkah nyata, bagaimana aksesnya, pengelolaannya, kemudian masyarakatnya ikut mendapatkan manfaat,” ujarnya.

(Penulis: Rizki R)

#Layanan
SHARE :
LINK TERKAIT