Seruni Art Festival III Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Bangka Barat

Festival yang digelar Yayasan Seni Seruni Production itu tidak sekadar menjadi pertunjukan seni. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi pelaku seni sekaligus memperkenalkan potensi budaya Bangka Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Fotografer : Dedra Helen

BANGKA BARAT - Panggung seni di Museum Timah Indonesia Mentok kembali diramaikan kreativitas generasi muda melalui Seruni Art Festival Vol. 3.

Pergelaran yang berlangsung Jumat (25/9/2026) malam tersebut menghadirkan beragam penampilan seni tari sebagai ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Festival yang digelar Yayasan Seni Seruni Production itu tidak sekadar menjadi pertunjukan seni. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi pelaku seni sekaligus memperkenalkan potensi budaya Bangka Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Sebanyak 117 peserta didik Seruni Art Festival III ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan berbagai karya tari, mulai dari tarian tradisional hingga kreasi baru yang mendapat sambutan dari orang tua, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir.

Bupati Bangka Barat Markus memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Festival ini adalah bukti nyata bahwa seni, budaya, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan, menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat identitas kita sebagai masyarakat Bangka Barat,” ujar Markus.

Ia mengatakan, tema yang diangkat dalam Seruni Art Festival III, yakni *“Kembangkan Bakat, Lahirkan Kreativitas – Wadah Ekspresi Seni Tari & Peningkatan Apresiasi Generasi”*, sejalan dengan upaya mendorong generasi muda agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi.

Tema tersebut, lanjutnya, juga menjadi pesan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Tema ini mencerminkan semangat kita untuk mendorong generasi muda agar semakin percaya diri, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya daerah,” katanya.

Markus menilai keberadaan festival seni seperti Seruni Art Festival dapat memberikan dampak lebih luas karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk ikut tumbuh.

Menurut dia, seni dan budaya dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengembangan Bangka Barat sebagai destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif.

Bangka Barat memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata, mulai dari wisata sejarah, budaya, alam hingga kuliner.

“Melalui seni tari, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempromosikan Bangka Barat sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki daya tarik pariwisata. Ini potensi besar yang harus terus dikembangkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Markus juga mengapresiasi Yayasan Seni Seruni Production bersama seluruh peserta didik yang telah mengikuti festival. Ia menyebut semangat para peserta menjadi salah satu indikator bahwa regenerasi seni di Bangka Barat masih terus berjalan.

Selain peserta dari Bangka Barat, Seruni Art Festival III juga diikuti 20 peserta dari Pulau Belitung. Kehadiran peserta lintas wilayah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring seni dan budaya di Kepulauan Bangka Belitung.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni budaya mampu menyatukan kita lintas wilayah, memperkuat persaudaraan, dan memperluas jangkauan pariwisata budaya di Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Markus.

Pelaksanaan festival di Museum Timah Indonesia Mentok juga dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan kegiatan seni dengan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Hal tersebut sekaligus mendukung upaya mengintegrasikan warisan sejarah dengan pengembangan pariwisata di Bangka Barat.

Markus berharap festival seni tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan, tetapi dapat menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda.

“Saya berharap anak-anak muda Bangka Barat terus berani tampil, berkreasi, dan berinovasi. Jadikan seni dan budaya sebagai jembatan untuk membawa nama Bangka Barat dikenal lebih luas,” tutup Markus.


Penulis : Ramos

LINK TERKAIT